Tips Memilih Laptop Desain Grafis yang Cocok Untuk Anda


Untuk anda yang suka dengan Desain Grafis tentu saja perlu laptop yang memumpuni untuk mengerjakan projek ataupun pekerjaan. Inilah tips untuk memilih laptop desain grafis.

 

Pertimbangkan Soal Budget

Tips memilih laptop desain grafis yang terpenting adalah budget. Ketahui terlebih dahulu berapa budget Anda. Pas-kan harga laptop dengan budget. Jangan sampai kurang, jangan sampai kelebihan, dan harus ada sisa sedikit. Soalnya kalo budget kurang. Kalau budget-nya sisa banyak, rugi dong beli laptop ngga beli yang bagus sekalian.

Ukuran dan Resolusi Layar

Untuk keperluan desain grafis, Anda mungkin akan membutuhkan laptop dengan ukuran layar yang lebar. Ukuran yang lebar di sini bukan sekedar mengacu kepada semakin besarnya ukuran dalam inchi (misal: 14”, 15.4”, 16” dst.), namun lebih kepada ukuran resolusi layar.

 

Laptop yang ideal untuk desain grafis umumnya memiliki resolusi minimal 1366 x 768, namun ada baiknya Anda menggunakan resolusi yang lebih besar seperti 1600 x 900, karena pekerjaan desain grafis seperti desain real estate membutuhkan ruang yang besar dan akan jauh lebih nyaman bagi Anda apabila dapat membuka dua program sekaligus atau bahkan lebih dalam satu layar.

 

Selain itu, pilihlah laptop dengan layar anti-glossy atau anti-glare untuk menjaga kenyamanan Anda saat berlama-lama menggunakan laptop untuk desain grafis di luar.

Graphic Card

Kalau Anda menggunakan laptop untuk rendering. maka harus juga mempertimbangkan kartu grafiknya. karena fungsi kartu grafik disini berbeda dengan ram. ada beberapa kartu grafik yang sudah di akui oleh dunia, seperti N Vidia dan AMD. 2 kartu grafik ini semua tergantung dari jenisnya lagi. semakin tinggi spesifikasinya maka semakin baik kinerjanya untuk rendering.

 

Biasanya Kartu grafik banyak digunakan oleh gamers. karena bermain game sangat berpatokan pada kualitas kartu grafiknya.

Prosesor yang Tangguh

Selain GPU, Prosesor juga hardware yang menjadi ‘tulang punggung’ dalam laptop desain. Kerjaan desain ngga akan lancar kalau prosesornya jelek, meskipun pakai GeForce GTX1080i. Prosesor menjadi juru kunci saat proses rendering. Semakin baik prosesornya semakin cepat dan bagus hasil renderannya.

 

Buat desain, disarankan untuk memakai prosesor bermerek Intel, yang seri core-core-an, seperti Core i5, Core i3, Core i7. Dan frekuensinya tinggi, paling tidak 2,4GHz lah biar ngga lag lag amat pas running aplikasi desain.

 

Sedikit gambaran, jika laptop yang prosesor-nya kurang bagus, hasil renderannya tidak akan bagus, terutama buat merender video. Pas proses editing, timing-nya sudah pas banget. Tapi setelah dirender, timing-nya biasanya berubah. Meskipun cuma agak “miring” beberapa milisecond, tapi ini ngaruh banget. Udah gitu ngerender-nya lama.

RAM

RAM berfungsi untuk menentukan kecepatan kerja tiap aplikasi desain grafis yang Anda gunakan. Semakin besar kapasitas RAM yang Anda miliki, semakin jarang Anda akan mendapatkan masalah di mana aplikasi desain grafis Anda berjalan secara lambat atau bahkan hang. Pilihlah RAM dengan kapasitas minimal 2 GB dengan sistem operasi (misal: Windows 7) yang dapat berjalan dengan 64 bit. Windows 32 bit hanya dapat membaca RAM pada laptop Anda sekitar 2 GB, jadi akan sangat percuma apabila laptop Anda memiliki RAM berukuran 4 GB atau lebih.

 

Selain itu, RAM dengan kapasitas yang besar dapat menunjang multi-tasking atau membuka beberapa program dalam waktu yang bersamaan. Sebelum memilih, Anda juga harus mempertimbangkan beberapa laptop yang menyediakan slot untuk upgrade RAM untuk dapat lebih menunjang aktivitas desain grafis Anda.

Sistem Pendinginan yang Adem

Anda pasti tau kan bagaimana kejamnya minimum system requirement aplikasi buat desain? Keras, Man! Kerasnya spek tentu membuat laptop akan lebih panas daripada ketika menjalankan app lain. Ketika panasnya laptop dibiarkan terus tanpa melakukan upaya apapun, bisa bahaya. Poin ini cukup penting bagi Anda yang sedang butuh tips memilih laptop desain grafis.

 

Panas yang dibiarkan ini akan jadi overheat. Jika masih dibiarkan panas, bisa merusak komponen-komponen yang lain. Makanya tiap laptop harus punya sistem pendinginan guna menghambat kenaikan suhu. Kalau bisa, laptop punya liquid cooler biar suhu-nya terkendali. Atau paling ngga ada kipasnya lah, agar nggak panas-panas amat.

 

Tips ekstrim dari saya kalau laptop sedang mengalami overheat. Ambil / korek bunga es dari freezerlemari es. Oleskan ke bagian bawah laptop yang terasa panas, gosok-gosokkan hingga mencair. Setelah itu, secepat mungkin di-lap dengan kain biar air-nya nggak masuk ke dalam yang bisa mengkonsletkan laptop.

Hard Disk-nya Lega

Hard disk berberan sebagai tempat penyimpanan file Anda. saya megambil standar 500 GB – selebihnya ada laptop yang sampai 2 TB. semua tergantung dari kebutuhan. jika Anda memang memiliki banyak klien dan ingin mengabadikan hasil kerja mereka. maka pilihan yang tepat adalah dengan mengambil laptop 1 TB keatas.

 

Referensi seorang desainer, pastilah sangat banyak, mulai dari contoh desain grafis dan model yang akan membangkitkan inspirasi. semua itu, pasti akan berupa gambar ataupun video, dan pasti akan memakan banyak tempat pada laptop. maka pilih lah laptop yang punya Hard disk melimpah ya

Baterai Tahan Lama

Mendesain itu pekerjaan yang merepotkan. Harus gini, harus gitu, nggak cocok minta revisi. Mendesain itu butuh waktu yang lama, tidak bisa 20 menit setelah duduk langsung selesai. Makanya kalau memilih laptop buat desain itu harus yang kapasitas baterainya besar.

 

Rata-rata kalau laptop baru bisa tahan sekitar 3-4 jam. Tapi ada juga loh yang bisa tahan hingga 6jam. Kalau ada yang bisa tahan lama kenapa pilih yang ‘lemes’? Tapi yang 4jam gapapa sih. Siapa juga yang mau mantengin corel selama 4 jam?

Touchpad Masih Akurat

Proses editing, khususnya mengedit gambar, sangat tidak nyaman kita memakai mouse. Ya mungkin-mungkin saja kita menggambar pakai mouse, tapi hasilnya tidak akan bagus. Lebih bagus kalau memakai touchpad, alternatif pengganti pen tab yang harganya tidak murah.

 

Hal ini opsional saja sih, jika memang lebih suka memakai pen tab. Meski begitu apa salahnya sih ngecek fungsionalitas dari sebuah touchpad pada laptop yang akan kita beli? Jangan sampai touchpad-nya itu kurang sinkron sama pointer. Atau malah pointer-nya geter-geter sendiri kalau touchpad-nya dinyalakan.

Garansi

Laptop dengan kemampuan yang mumpuni untuk desain grafis pasti memiliki harga yang tidak murah. Begitu pula dengan harga spare-partnya yang cenderung cukup mahal. Selain itu, pekerjaan desain grafis pasti membutuhkan waktu yang cukup lama dan pemakaian laptop yang bisa dibilang lebih ekstrim dibandingkan dengan pemakaian biasa pada umumnya. Jadi, untuk mencegah pengeluaran yang berlebih hanya untuk memperbaiki komponen yang rusak, ada baiknya Anda memilih laptop dengan garansi spare-part yang lama dan terpercaya.

 

Memilih laptop untuk desain grafis memang awalnya terlihat mudah. Namun, apabila Anda salah memilih spec laptop, akibatnya pekerjaan desain grafis Anda akan terganggu dan pada akhirnya hanya akan menghabiskan uang Anda untuk memperbaikinya. Jadi, pilihlah laptop dengan lebih bijak. Selamat memilih laptop untuk desain grafis.

Design

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *