Apa yang dimaksud dengan Hosting?

Hosting (disebut juga Web Hosting / sewa hosting) adalah penyewaan tempat untuk menampung data-data yang diperlukan oleh sebuah website dan sehingga dapat diakses lewat Internet. Data disini dapat berupa file, gambar, email, aplikasi/program/script dan database.

Apa Saja Jenis Hosting ?

  1. Free Hosting (Hosting Gratis)

Di dunia ini ada jenis hosting yang gratis dan hosting yang berbayar. Namun, apapun yang gratis pasti memiliki kelemahan yaitu keterbatasan fitur. Kita dapat menjumpai free hosting di mana-mana seperti di wordpress.com, blogger.com.

Free hosting adalah sebuah layanan hosting yang disediakan oleh penyedia layanan hosting dengan gratis.

Mereka menyediakan hosting bagi Anda yang ingin membuat dan mengelola blog/website. Tapi sesuai dengan apa yang saya katakan tadi, bahwa hosting gratis itu memiliki keterbatasan fitur. Biasanya berupa disk space yang terbatas. Selain itu, apabila Anda membuat blog dengan menggunakan layanan hosting gratis, maka nama domain Anda akan menjadi [namadomainanda].wordpress.com atau [namadomainanda].blogspot.com. Sebenarnya, Anda bisa membuat domain Anda menjadi [namadomainanda].com hanya dengan hosting gratisan. Mau tau caranya ?

Caranya adalah dengan menyewa domain saja. Dengan begitu, maka kepercayaan terhadap  Anda akan satu langkah lebih tinggi dibandingkan penipu.

 

Anda tidak mau kan domain Anda ada embel-embel .wordpress.com atau .blogspot.com ? Terlihat tidak professional apalagi bagi Anda yang ingin fokus untuk berbisnis menggunakan blog. Bisa-bisa orang-orang takut dan mengira Anda itu penipu.

Biasanya penipu itu menggunakan blog-blog dengan domain gratisan. Anda tidak mau kan disamakan dengan mereka ? Makanya segeralah Anda menggunakan domain yang berbayar supaya Anda tidak disamakan dengan penipu sekalipun.

 

  1. Shared Hosting

Shared hosting adalah hosting yang paling sering digunakan sebagian besar blogger professional di Indonesia (lokal) bahkan hingga dunia. Hosting jenis ini termasuk ke dalam hosting berbayar dan tidak lagi bersifat “hosting gratis”.

Harganya pun cukup beragam, sekitar 200-300 ribu per tahun dengan space 1-5 GB dan bandwidth unlimited.

Namun, jika pengunjung website/blog Anda sudah sangat bejibun, maka Anda wajib mengupgradenya. Saya sarankan Anda upgrade ke VPS Hosting yang akan dibahas setelah ini.

 

  1. VPS Hosting

Traffic blog Anda terlalu banyak sehingga blog Anda tidak bisa diakses karena hosting bermasalah dan tidak bisa menampung jumlah pengunjung Anda yang terlalu bejibun itu ?

Tenang saja. Saya sangat merekomendasikan Anda menggunakan VPS.

Karena VPS itu menggunakan teknologi virtualisasi. Dengan kata lain, Anda memiliki hosting “seperti” dalam satu perangkat sendiri dan tidak dibagi-bagi dengan pengguna lain. Jadi, dalam satu perangkat itu hanya berfungsi untuk menyimpan data-data website Anda saja.

Kinerja VPS itu hampir sama dengan satu perangkat server yang tidak dibagi-bagi. Ngomong-ngomong, VPS itu merupakan singkatan dari Virtual Private Server.

Meskipun harga sewa VPS Hosting lebih mahal daripada hosting biasa seperti Shared Hosting, tetapi kualitas VPS Hosting itu terjamin dan tidak diragukan lagi. Anda juga bisa memilih kapasitas RAM dan CPU yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

4. Cloud Based Web Hosting

Dari namanya saja sudah bisa terlihat bahwa hosting ini menggunakan teknologi “awan” dalam bekerja. Maksudnya “awan” itu prinsipnya seperti awan yang ada di langit.

Jadi, intinya cloud based web hosting itu bekerja dengan cara mengacu pada ratusan bahkan ribuan server. Dengan kata lain ratusan-ribuan server individu tersebut bekerja sama dalam mengelola data-data pada website orang-orang (termasuk Anda).

Prinsipnya seperti awan (cloud), yang terbentuk dari awan-awan kecil yang terkumpul dan menjadi satu kesatuan yang kuat. Awan-awan kecil itu adalah server individu. Lalu jika sudah terkumpul maka akan menjadi awan besar yang dinamakan cloud based web hosting.

Tentu saja teknologi web hosting berbasis awan (cloud) ini memiliki keuntungan yang cukup vital, yaitu jika website/blog Anda kebanjian traffic/pengunjung yang bejibun, hosting cloud (jika Anda memakainya) akan mengakomodasi traffic tersebut sehingga website Anda tidak down dan tetap bisa diakses oleh pengunjung.

Oh iya, ada satu hal lagi yang belum saya sampaikan. Jika diibaratkan tempat tinggal, maka Shared Hosting itu adalah Anda tinggal di apartemen dengan ramai-ramai.

Sedangkan jika VPS Hosting, Anda tinggal di apartemen sendirian. Dan kalau Cloud Hosting itu Anda tinggal di hotel berbintang lima.

 

5. Reseller Web Hosting

Pada dasarnya, reseller web hosting adalah sebuah hosting yang bisa Anda jual lagi ke orang lain. Reseller web hosting ini dilengkapi dengan kontrol teknis yang lebih besar (sering melalui panel kontrol Web Host Manager (WHM)) hingga perangkat lunak yang berfungsi untuk memudahkan Anda dalam menagih klien yang menggunakan hosting Anda.

Di Indonesia, masih jarang layanan hosting yang menyediakan hosting berbasis reseller. Padahal banyak fitur yang bisa didapatkan, antara lain :

  • Template Website Gratis
  • Private Name Server (Server Nama Pribadi) dengan nama sesuai keinginan Anda. Contoh : ns1.makinrajin.com.

6. Dedicated Web Hosting

Apa itu Dedicated Web Hosting ? Dedicated Web Hosting adalah sebuah jenis hosting dengan kualitas kinerja yang sangat baik. Ibaratnya jika Anda menyewa dedicated web hosting ini maka itu sama saja Anda menyewa satu server fisik dari perusahaan penyedia layanan hosting.

Itu sebabnya Anda tidak perlu khawatir akan ada pemilik website lain yang mengambil sumber daya (bandwidth, dll) Anda layaknya ketika Anda menggunakan layanan shared hosting.

Dedicated Web Hosting ini sangat cocok untuk website-website besar yang memiliki pengunjung yang luar biasa banyaknya. Karena jika hanya menggunakan shared web hosting maka server website Anda bisa down untuk menangani banyaknya pengunjung yang berdatangan.

 

7. Managed Web Hosting

Managed Web Hosting adalah jenis hosting yang sengaja dibuat khusus untuk platform yang sama. Contohnya, wordpress. Jika Anda memiliki blog di wordpress.com, maka akan ada tawaran untuk mengupgrade blog Anda dan menyewa hosting pada menu dashboard Anda.

Nah, itulah yang dinamakan managed web hosting. Jadi, yang menyediakan hosting adalah pihak wordpress itu sendiri.

Berbeda dengan wordpress.org, Anda harus menyewa hosting sendiri dahulu.

 

8. Colocation Web Server

Colocation (Kolokasi) Web Server adalah sebuah jenis hosting server yang pada intinya pelangganlah yang harus mengurus server tersebut.

Contohnya adalah pada ISP (Internet Service Provider) yang mengelola server tersebut (memberikan arus listrik, memberi pendingin ruangan, menyambungkan dengan koneksi internet, dll).

Cukup berat syarat untuk memiliki colocation web server ini, karena calon pemilik harus punya gedung dengan spesifikasi yang cukup memadai, sistem pencegah kebakaran, sistem pendingin, pasokan listrik cadangan agar menjaga server supaya tidak mati.

Karena jika mati, maka apapun yang terhubung dengan server tersebut pasti menjadi bermasalah.

Pemakaian hosting juga disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Salah satu indikasi pengukuran kebutuhan hosting adalah dengan melihat jumlah website/blog Anda dilihat perharinya.

Dan juga sebelum memilih hosting, sebaiknya Anda tahu seperti apa cara kerja hosting supaya Anda bisa memilih hosting yang tepat untuk website Anda serta Anda tidak ragu lagi dengan kualitas hosting yang Anda gunakan.

Selain itu, Anda juga bisa mengukur ukuran halaman Anda (_ kB). Setelah itu Anda tinggal kalikan dengan jumlah tayangan perharinya. Namun, hasil yang didapatkan tidak terlalu akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *